Minggu, 15 April 2012

Microsoft SQL Azure, "Si Database untuk Cloud Computing"

Setelah sebelumnya sudah di jelaskan tentang Komputasi Modern dan yang diangkat adalah tentang Cloud Computing atau Komputasi Awan. Sekarang akan di bahas Database yang bekerja pada Cloud Computing tersebut.
Untuk mengulas, Cloud Computing adalah sebuah arsitektur IT di mana sumber daya komputasi tersedia sebagai layanan yang dapat diakses melalui internet. Sumber daya komputasi ini bisa berupa hardware (prosesor, memori, storage) maupun juga software/aplikasi. Kata “Cloud” sendiri merupakan metafora dari kata “internet”, karena biasanya di diagram-diagram IT, internet sering disimbolkan dengan gambar Cloud.
Digambarkan sebagai Cloud atau Awan karena di dalam Cloud itu kita tidak tahu apa saja sistem yang terdapat di dalamnya. Melalui berapa Hop, Melewati device apa saja, apa yang terjadi di dalamnya sulit untuk di spesifikasikan secara jelas. Sehingga di buat simple dengan mendeskripsikannya sebagai Cloud.


Database Pada Cloud Computing

Saat ini, dalam membangun suatu aplikasi, mutlak diperlukan adanya database. Hal ini juga berlaku untuk aplikasi yang di deploy di environment Cloud Computing. Berbeda dengan database yang di deploy di Data Center on-premise, database di Cloud Computing dapat dilihat sebagai “Database as a Service”. Maksudnya, di database di awan ini, layanan berupa Relational Database, Reporting dan Data Sync tersedia lengkap dengan kemampuan scalability yang elastis, provisioning dan deployment yang mudah, high availability dan fault
tolerance yang otomatis, hingga tidak perlu dilakukannya administrasi fisik database. Microsoft SQL Azure adalah database yang tersedia di data center cloud computing milik Microsoft yang dapat kita pergunakan. SQL Azure adalah satu-satunya layanan “Database as a Service” yang ada di pasaran saat ini. SQL Azure merupakan bagian dari Cloud Computing milik Microsoft yang disebut Windows Azure Platform.

SQL Azure adalah layanan “Database as a Service” yang sebenarnya, yang pertama kali ada di pasaran, dan hingga saat ini merupakan satu-satunya layanan yang tersedia di pasaran. SQL Azure menawarkan tiga kemampuan berikut sehingga disebut sebagai layanan “Database as a Service” yang sebenarnya:
  • Managed Service
  • Scale on Demand
  • Innovate Faster
Di SQL Azure, database yang kita bangun akan di deploy di server di data center cloud computing Azure milik Microsoft. Provisioning dan deployment dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui suatu portal di web, maupun dari tools yang familiar seperti halnya SQL Server Management Studio.

Database yang kita deploy akan mendapat dukungan high availability dan fault tolerance secara otomatis tanpa perlu kita sendiri yang mengerjakannya. Dengan kata lain, kita tidak perlu lagi me-manage server fisik ataupun virtual machine untuk database kita, karena semuanya di urus oleh SQL Azure. Sebagai layanan Cloud Computing, SQL Azure menawarkan Database seperti halnya utility, dimana kita hanya akan membayar sesuai dengan pemakaian kita, dan tentu saja mendukung calability berupa naik turun-nya load database secara elastis. SLA yang ditawarkan adalah “business ready” yang artinya dapat digunakan untuk scenario-skenario aplikasi bisnis pada umumnya. Selain itu, datacenter Azure terdapat di tiga benua, yang memungkinkan international presence untuk aplikasi yang kita bangun.

Pada dasarnya, SQL Azure sebenarnya adalah relational database seperti Microsoft SQL Server yang sudah kita kenal. Jadi, Developer maupun Database Administrator dapat menggunakan skill yng sudah mereka miliki di SQL Server, untuk dapat dipakai di SQL Azure. Jadi, singkatnya, di SQL Azure, kita tinggal membuat database dan deploy. Tidak lagi diusingkan masalah scalability, high availability, fault tolerance, administrasi server secara fisik dan sebagainya.

Topologinya kurang lebih sebagai berikut:



Dan Replika dari database nya dapat dilihat seperti gambar berikut:



dapat simpulkan bahwa SQL Azure adalah “Database as a Service”, yang menyediakan layanan database di cloud yang high availability-nya sangat tinggi. SQL Azure merupakan layanan yang termanajemen – DBA hanya focus pada administrasi logical dan bukan adinistrasi fisk, SQL Azure dapat mengikuti scalability on demand dan elastis, serta kita dapat bekerja dengan skill set mapun tool yang sudah familiar karena pada dasarnya sama aja dengan bekerja dengan SQL Server on-premise.

sumber:
http://www.scribd.com/doc/86467686/CHIP-Database-Di-Awan
http://www.infokomputer.com/umum/memahami-cloud-computing-bagian-2/semua-halaman

2 comments:

Anonim mengatakan...

wow....nice info ya

isman sadega mengatakan...

blog yang bagus dan informasi yang sangat menarik.
thanks